Mojokerto – MAN Kota Mojokerto menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Terintegrasi Deeplearning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada hari Kamis, 17 Juli 2025 di aula utama madrasah. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah MAN Kota Mojokerto, serta Pengawas Madrasah Aliyah Kementerian Agama Kota Mojokerto, Khoirun Nisa’.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya deeplearning, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai humanis melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Kota Mojokerto, Abd. Salam, menyampaikan bahwa dunia pendidikan harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur.
Guru harus mampu merancang pembelajaran yang bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga humanis dan penuh empati. Kurikulum berbasis cinta ini kami harapkan dapat menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, sementara integrasi deeplearning akan membantu guru memanfaatkan teknologi dalam menganalisis kebutuhan belajar siswa secara lebih tepat,” ujar Abd. Salam.
Sementara itu, Khoirun Nisa’ selaku pengawas Madrasah Aliyah memberikan apresiasi terhadap inisiatif MAN Kota Mojokerto dalam melaksanakan workshop ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan merupakan langkah tepat dalam menjawab tantangan pendidikan abad 21.
Workshop yang diikuti oleh seluruh guru MAN Kota Mojokerto ini diharapkan dapat menghasilkan perangkat pembelajaran inovatif yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, berpusat pada siswa, sekaligus membangun kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik. (Tim Humas)








