Mojokerto, 14 November 2025 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Mojokerto memperingati Milad ke-28 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan. Dengan tema “Bersatu dalam Cinta Madrasah, Bergerak Bersama Menuju Cahaya Peradaban,” acara ini menjadi momentum penting untuk memperteguh identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam ilmu dan akhlak.
Rangkaian peringatan Milad ke-28 diawali dengan kegiatan spiritual yang mendalam, yaitu Khotmil Qur’an (khatam Al-Qur’an). Guru, staf, dan siswa turut berpartisipasi dalam membaca 30 juz Al-Qur’an secara bersama-sama.
Puncak kekhidmatan terjadi pada penutupan acara, ketika doa Khotmil Qur’an dipimpin langsung oleh Kepala MAN Kota Mojokerto, Abdul Salam. Dalam suasana haru, doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk syukur dan harapan agar madrasah terus berkembang serta melahirkan generasi Qur’ani yang berkarakter.
Acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui pembacaan qiro’ah oleh salah satu siswa, yang semakin menambah nuansa spiritual pada peringatan ini.
Bagian pokok dari rangkaian Milad ini adalah penyampaian materi oleh pemateri inspiratif, Uswatun Hasanah Syauqi. Dalam materinya, beliau membahas perubahan zaman serta tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda.
Uswatun Hasanah menjelaskan pemahaman mengenai aurat laki-laki dan perempuan dalam Islam, termasuk pentingnya menjaga kesopanan dan kehormatan diri sesuai tuntunan syariat. Beliau juga mengulas kondisi perempuan haid pada masa Jahiliah, yang saat itu kerap diperlakukan tidak adil, dijauhi, bahkan dianggap tidak suci. Islam kemudian datang membawa aturan yang lebih manusiawi, menegaskan bahwa perempuan haid tetap memiliki kedudukan mulia dan hak yang harus dihormati. (Jurnalis MANTA)














