Selasa, 03 Maret 2026 bertepatan dengan kegiatan Pondok Ramadhan di MAN Kota Mojokerto, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghadiri kegiatan ini untuk mengisi materi kepada siswa kelas X dan XI di Masjid Al-Ikhlas MAN Kota Mojokerto.
Diawali dengan doa oleh Wahid Hasyim, selaku wakil ketua MUI dan juga mantan kepala madrasah MAN Kota Mojokerto, lalu dilanjut materi-materi oleh narasumber lain, salah satunya Gus Mail, menyampaikan bahwa “jika ingin menjadi orang yang jujur dan hati yang bersih, maka carilah Nur Qur’an”. Maksud dari tersebut ditujukan bagi anak muda sekarang untuk memiliki ilmu dan akhlak, dimana hal ini sebagai persiapan anak muda untuk meneruskan generasi bangsa. Sebagaimana surah Al-Baqarah ayat 219, menjelaskan tentang bahaya khamr bagi anak muda yang menyebabkan rusaknya generasi.
Dilanjut dengan materi selanjutnya, dengan menyajikan topik tentang baru-baru ini yang hangat di perbincangkan, Yusuf Hariadi membahas kematian dari petinggi Iran, dimana sebuah organisasi yang membuat perdamaian tanpa adanya penyerangan, namun di dalamnya sangat berbeda dengan tujuan dari dibentuknya organisasi tersebut. Dan materi terakhir oleh Yusuf Hariadi yaitu tentang Birul Walidain, bahwasannya berbuat kebaikan kepada orang tua sangat dianjurkan untuk masa depan dan keselamatan anak.
Kedatangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini bertujuan untuk memberikan informasi penting bagi para siswa-siswi dan memberikan wejengan agar tidak terjerumus dalam hal yang tidak baik, Dan juga mengisi kajian Pondok Ramadhan di berbagai sekolah-sekolah yang ada di kota Mojokerto. (Jurnalis MANTA)








