Rabu, 25 Februari 2026, MAN Kota Mojokerto menghadiri sebuah acara sinema pustaka di Universitas Islam Majapahit Mojokerto yang bertajuk “Sang Kiai”. Dihadiri oleh beberapa siswa SMK, MAN, dan mahasiswa yang sangat aktif dan antusias meski dalam keadaan berpuasa.
Diawali dengan pembukaan oleh wakil rektor Universitas Islam Majapahit Sakban Rosidi, Secara singkat memaparkan bahwa kemerdekaan dapat diraih bersamaan dengan penegakkan moral. Film ‘Sang Kiai’ sebagai seni dan sarana penyampaian sejarah mengandung pesan yang sangat mendalam akan pentingnya kemerdekaan dibarengi dengan kesadaran moral tiap individunya.
Memasuki agenda inti yakni menonton film bersama. ‘Sang Kiai’ sendiri menceritakan tentang K.H. Hasyim Asy’ari sebagai pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng sekaligus ulama terkenal di Jawa. Hasyim Asy’ari menentang kebijakan Jepang untuk tunduk kepada Kaisar Jepang dan Dewa Matahari. Hal ini tentu dikarenakan bertentangan dengan ajaran Islam. Islam hanya memerintahkan bersujud kepada Allah SWT. Sepanjang film diperlihatkan bagaimana i pengorbanan dari para santri demi membela Tanah Air.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta diskusi dari para peserta yang dipimpin oleh dua pakar yang merupakan dosen sebagai narasumber yakni Saifudin Afgani dan Afkar. Panitia memberikan lima pernyataan yang selanjutnya akan diberi argumen dari para peserta. Setelah argumen disampaikan, para narasumber akan memberikan pernyataan yang benar untuk meluruskan argumen yang telah disampaikan sebelumnya. Bagi para peserta yang mampu memberikan argumen, akan mendapatkan reward dari panitia.
Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat mengedukasi dan menginspirasi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menonton film yang inspiratif dan memotivasi, yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan diri dan mengejar impian. (Jurnalis MANTA)













