Sabtu (09/11/2024), sebanyak 54 siswa-siswi kelas 11 MAN Kota Mojokerto mengikuti kegiatan outing class yang berkesan di Studio Kreasi Kriya Nusantara, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami proses pembuatan kerajinan keramik serta memperkenalkan para siswa pada seni kerajinan lokal yang kaya dan unik. Selain itu, outing class ini diharapkan mampu melatih kreativitas serta keterampilan tangan para peserta.
Rombongan siswa dan guru pendamping berangkat dari MAN Kota Mojokerto pada pukul 06.30 WIB. Setibanya di lokasi, peserta disambut hangat oleh tim pengajar di Studio Kreasi Kriya Nusantara, yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ponimin, M.Hum., seorang pakar kerajinan keramik dengan pengalaman puluhan tahun di bidangnya.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Umi Mardliyah, yang menyampaikan bahwa outing class ini adalah pengalaman berharga yang dapat menambah semangat belajar serta membantu siswa dalam mengembangkan diri dan menumbuhkan kreativitas di bidang seni keramik. “Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan mendorong kalian untuk terus berkarya,” ungkapnya dengan antusias.
Prof. Dr. Ponimin memulai sesi dengan memberikan penjelasan tentang sejarah kerajinan keramik di Indonesia, mulai dari teknik tradisional hingga inovasi modern yang diterapkan saat ini. Para siswa tampak antusias mendengarkan paparan tersebut, yang diselingi dengan demonstrasi langsung proses pembuatan keramik, mulai dari tahap pembentukan tanah liat hingga pembentukan ornamen-ornamen seperti bunga, daun, dan bentuk lainnya.
Setelah sesi pengenalan, para siswa diberi kesempatan untuk mencoba membuat kerajinan mereka sendiri. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ponimin dan timnya, mereka diajarkan cara membentuk berbagai objek sederhana seperti vas bunga, patung ikan, dan vas dengan hiasan topeng. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kerja sama antarsiswa.
Melalui kegiatan ini, Prof. Dr. Ponimin berharap para remaja, terutama generasi Z, tidak hanya mempelajari seni kerajinan sebagai pelajaran semata, tetapi juga dapat melihatnya sebagai potensi penunjang ekonomi.
Kegiatan outing class ini diakhiri dengan sesi foto bersama Prof. Dr. Ponimin, di mana para siswa memamerkan karya seni keramik yang telah mereka buat. Karya-karya tersebut menjadi bukti nyata semangat dan kreativitas yang terpupuk selama kegiatan berlangsung.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga terinspirasi untuk terus mengembangkan keterampilan seni dan mencintai budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah dan estetika. (Jurnalis MANTA/ed.Humas)













