MAN Kota Mojokerto Hadiri Sinema Pustaka di Kementerian Agama Kota Mojokerto

Selasa, (12/05/2026) MAN Kota Mojokerto menghadiri program dari Kementrian Agama Kota Mojokerto yakni sinema pustaka yang menampilkan film bertajuk “Dua Garis Biru” yang bertempat di aula Kementrian Agama Kota Mojokerto yang dihadiri oleh beberapa narasumber, yakni Widi Kurnia, selaku penyuluh agama Kristen, Saifudin Afgani, selaku dosen UNIMA, dan juga Febora Eko Puji, selaku Pranata Humas, dan juga beberapa sekolah lain diantaranya, MA Permata dan juga SMKN 1 Mojokerto. Film ini mengisahkan tentang sepasang siswa remaja SMA yang menjalin hubungan kelewat batas hingga terjadi hal yang tak diinginkan dengan kata lain hamil diluar nikah. Tujuan dari di tampilkannya film ini untuk program sinema pustaka yakni memberi pemahaman tentang konsekuensi pergaulan bebas untuk para remaja saat ini.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan yakni Indonesia Raya dan juga Mars Kementrian Agama yang diikuti juga oleh para tamu undangan, lalu dilanjutkan juga dengan sambutan sambutan. Setelah sambutan selesai, pemutaran film “Dua Garis Biru” dimulai. Para hadirin tampak antusias dan bersemangat dalam menyaksikan film tersebut.

Film “Dua Garis Biru” yang dirilis pada 2019 dan disutradarai oleh Gina S. Noer memiliki tujuan utama sebagai media edukasi dan refleksi sosial terkait isu kehamilan remaja. Film ini diproduksi untuk membuka ruang diskusi mengenai pendidikan seksual yang selama ini masih dianggap tabu di masyarakat, khususnya di kalangan remaja, orang tua, dan pendidik. Melalui kisah Dara dan Bima, film tersebut ingin menggambarkan secara realistis konsekuensi dari pergaulan bebas, seperti terhambatnya pendidikan, stigma sosial, beban psikologis, serta tanggung jawab sebagai orang tua di usia muda. Selain itu, Dua Garis Biru bertujuan untuk menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, sehingga dapat mencegah terjadinya permasalahan serupa.

Pemilihan film ini bukan sekedar sebuah kesengajaan, tetapi film ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang konsekuensi pergaulan bebas untuk para remaja saat ini agar tidak terjerumus pada hal yang tidak diinginkan. “Kita diberi tubuh ini termasuk sebuah tanggung jawab dan amanah untuk menjaga diri kita” ujar Saifudin Afgani pada sesi tanya jawab, “pemikiran kapan nikah, diganti saja dengan apa yang ingin kalian capai, karena menikah dini akan merenggut masa-masa emas kalian”, lanjutnya. Lalu di penghujung acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan juga penyerahan sertifikat apresiasi pada peserta yang berani bertanya pada sesi tanya jawab. (jurnalis MANTA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman